Review La Tahzan: Drama Perselingkuhan Penuh Emosi

  • 6 bulan lalu
  • 0

Review La Tahzan: Drama Perselingkuhan Penuh Emosi

Sutradara Hanung Bramantyo kembali dengan karya terbarunya, La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka, setelah kesuksesan besar film Ipar Adalah Maut. Film ini diadaptasi dari sebuah kisah viral karya Elizasifaa, penulis yang sama di balik cerita Ipar Adalah Maut, menjanjikan sebuah drama keluarga yang tak kalah intens dan menguras perasaan.

Sinopsis Film La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka

Cerita berpusat pada kehidupan Alina (Marshanda), seorang pebisnis jasa titip yang memiliki rumah tangga yang tampak sempurna bersama suaminya, Reza (Deva Mahendra), dan anak mereka. Untuk mengurus anak saat ia bepergian, Alina mempekerjakan Asih (Ariel Tatum), seorang asisten rumah tangga yang terlihat polos dan bisa diandalkan.

Namun, kebahagiaan itu seketika hancur saat Alina mengungkap perselingkuhan antara Reza dan Asih. Pengkhianatan ini ternyata telah terjadi selama bertahun-tahun, bahkan hingga membuat Asih hamil. Pukulan terbesar bagi Alina adalah ketika sang anak justru memilih untuk tinggal bersama ayahnya dan Asih, meninggalkannya dalam jurang kesedihan dan luka yang mendalam.

Ulasan Mendalam: Intrik yang Menguras Emosi

Secara alur, film ini berhasil memainkan emosi penonton dan menciptakan rasa gemas yang luar biasa. Hanung Bramantyo mengemas setiap adegan dengan cermat, didukung oleh alunan musik gubahan Andi Rianto yang memperkuat intensitas cerita. Dibandingkan karya sebelumnya, adegan perselingkuhan dalam film ini digambarkan lebih ‘panas’ dan provokatif.

Kelebihan dan Kekurangan

Salah satu keunggulan film ini adalah adanya selipan komedi segar dari karakter Mbak Kar (Asri Welas) dan Karyo (Benedictus Siregar), yang memberikan jeda tawa di tengah ketegangan. Selain itu, naskahnya menawarkan perspektif yang cukup berimbang dalam memandang isu perselingkuhan, menolak menjadi sekadar film hiburan tanpa bobot.

Meskipun demikian, film ini tidak luput dari kelemahan. Beberapa penonton mungkin akan merasa lelah akibat durasinya yang panjang dan alur cerita yang terasa berbelit-belit menjelang klimaks. Terdapat pula beberapa adegan dengan unsur mistis yang dinilai kurang relevan dan sedikit mengurangi kekuatan fondasi drama realistis yang telah dibangun.

Kesimpulan: Layakkah Ditonton?

Terlepas dari beberapa kekurangannya, La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka tetap menjadi tontonan yang sangat direkomendasikan bagi para penggemar drama keluarga yang penuh intrik dan konflik emosional. Film ini membuktikan bahwa genre populer sekalipun masih memiliki ruang untuk peningkatan kualitas, menjadikannya sebuah sajian yang layak untuk dinikmati di bioskop.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur.Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.