Setelah kesuksesan fenomenal Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba The Movie: Mugen Train pada tahun 2020 yang berhasil memecahkan rekor pendapatan film sepanjang masa di Jepang, antisipasi publik terhadap kelanjutannya sangatlah besar. Kini, penantian para penggemar terjawab dengan kehadiran Demon Slayer Kimetsu no Yaiba: Infinity Castle, sebuah film animasi yang menjadi bagian pertama dari trilogi penutup perjalanan Tanjiro dan kawan-kawannya.
Film ini kembali mengikuti kisah Tanjiro Kamado (Natsuki Hanae), pemuda yang bergabung dengan Korps Pembasmi Iblis setelah keluarganya dibantai dan adiknya, Nezuko (Akari Kito), diubah menjadi iblis. Untuk melindungi sang adik dan membalaskan dendam, Tanjiro terus berjuang.
Bersama para pilar terkuat, atau Hashira, mereka memulai pelatihan intensif sebagai persiapan menghadapi pertempuran akbar melawan para iblis. Namun, situasi menjadi genting ketika sang Raja Iblis legendaris, Muzan Kibutsuji (Toshihiko Seki), secara tak terduga muncul di kediaman Ubuyashiki. Tanjiro, Zenitsu (Hiro Shimono), Inosuke (Yoshitsugu Matsuoka), dan para Hashira yang segera merespons justru terperangkap dalam sebuah dimensi misterius ciptaan Muzan. Di sinilah pertarungan yang menentukan nasib Korps Pembasmi Iblis dimulai.
Untuk dapat menikmati film ini secara maksimal, penonton disarankan untuk memahami alur cerita dari serial atau film sebelumnya. Elemen-elemen khas seperti humor yang diekspresikan melalui teriakan keras, ekspresi wajah konyol, hingga momen sentimental yang mendalam menjadi bagian tak terpisahkan dari narasi.
Bagi penonton yang tidak mengikuti serialnya, beberapa pola penceritaan ini mungkin terasa asing atau bahkan sedikit mengganggu. Ceritanya yang padat membuat satu-satunya hal yang bisa dinikmati secara universal adalah adegan pertarungan yang epik. Namun, bagi penggemar setia, film ini menawarkan sebuah pengalaman yang luar biasa memuaskan.
Studio animasi Ufotable kembali menunjukkan keunggulannya dengan kualitas visual yang memanjakan mata. Terdapat perbedaan penanganan visual dibandingkan versi serialnya, di mana film ini lebih banyak bereksperimen dalam koreografi pertarungan dan menyajikan latar belakang yang terasa jauh lebih realistis dan detail.
Pada akhirnya, Demon Slayer Kimetsu no Yaiba: Infinity Castle mungkin menjadi tontonan yang sedikit sulit dinikmati oleh penonton awam. Akan tetapi, jika Anda adalah penggemar yang telah mengikuti perjalanan Tanjiro dari awal, film ini dijamin akan memberikan sebuah ‘cinematic orgasm’ yang memuaskan di sepanjang durasinya.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur.Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.
Komentar 0